Sidebar Ads

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Tim Seleksi Lalai 4 Fungsionaris Parpol Lolos Seleksi Komisi Pemilu

Beri Rating Video Ini:
{[['']]}
Seleksi penerimaan calon anggota Komisi Pemilu Daerah Kabupaten Kotabaru masih menyisakan masalah.
Perebutan 5 kursi untuk Komisi tersebut dari 10 besar yang masuk dalam tahapan akhir dari masa seleksi adalah uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

Dari 10 besar terdapat 4 orang yang merupakan dari partai politik yang belum 5 tahun keluar dari partai politik sesuai dengan PKPU No 7 Tahun 2018 tentang Pembentukan KPU Kabupaten/Kota, yang isinya antara lain tentang persyaratan calon yang harus sudah tidak aktif lagi di partai politik paling lama 5 tahun sesuai dengan SK dari partai politik yang ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Parpol.

10 besar calon anggota Komisi Pemilu Daerah Kabupaten Kotabaru yang lolos adalah, 1. Agus Syarifudin, 2. Djufri Effendi, 3. Dodi Rusmana, 4. Grace Y Lengkey, 5. Hendra Darmawan, 6. Jumanti Liany, 7. Mashudi, 8. Muhammad Husaini, 9. Rudi Aliansyah, 10. Zainal Abidin.

4 dari 10 calon tersebut adalah pengurus partai politik yakni Hendra Darmawan yang tercatat sebagai pengurus Partai Golkar Nomor KEP-1143/DPP/GOLKAR/VIII/2015. Kemudian Muhammad Husaini merupakan saksi pasangan Sayed Jafar dan Burhanuddin sesuai dengan bukti berupa Model DB-KWK No 45/XII/2015. Dan Muhammad Husaini juga tercatat sebagai pengurus PDIP berdasar SK yang berlaku 6 Maret 2012 - 31 Desember 2015 menjabat Wakil Ketua Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan DPC PDIP Kabupaten Kotabaru. 

Sedangkan Agus Syarifudin juga disebut sebagai pengurus Partai Golkar periode 2010-2015 dengan jabatan Wakil Sekretarus Bidang Kerjasama Ormas dan Kelembagaan. Sedangkan Mashudi adalah pengurus DPD PPP Kotabaru yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPD PPP kotabaru masa bakti 2011-2016 yang ditetapkan pada Juli 2015.

Ketua Komisi Pemilu Kotabaru, Akhmad Gafuri, SH, M.Hum, menangggapi masalah ini sangat menyanyangkan adanya pengurus parpol yang belum 5 tahun berhenti bisa lolos dalam seleksi. Ia juga menyayangkan kecolongan tim seleksi karena menyangkut integritas, indepedensi dan netralitas lembaga penyelenggara Pemilu.

Yusuf, yang juga ikut dalam seleksi mengatakan dengan adanya temuan yang seperti ini, merupakan kelalaian tim seleksi dalam hal memverifikasi persyaratan calon. Menurutnya hasil pengumuman 10 besar seharusnya dinyatakan batal dan penetapan 10 besar harus diambil alih oleh KPU RI sesuai dengan PKPU No 7 tahun 2018. (dbg)

Posting Komentar

1 Komentar