Sidebar Ads

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Warga Tolak Keberadaan Bangunan Sarang Walet

Beri Rating Video Ini:
{[['']]}
Warga RT 26 Desa Dirgahayu Kecamatan Pulau Laut Utara Kotabaru mendatangi Kantor Camat Pulau Laut Utara untuk berdialog dengan Perwakilan Dinas Perijinan Satu Pintu dan Perwakilan Kantor Satpol PP mengenai adanya bangunan sarang burung alet di lingkungan mereka dan berdekatan dengan rumah penduduk, Kamis (02/08/18).

Para warga keberatan dengan adanya bangunan tersebut, hal ini langsung dimediasi oleh Kepala Desa Dirgahayu, Bahdiannor, SH dengan melakukan pertemuan di aula Kantor Camat Pulau Laut Utara

Hadir pada pertemuan tersebut antara lain Babid Kantor Kecamatan Pulau Laut Utara, Bakhri,dari Dinas Perijinan, Bowo Pribadi, dan Kabid Penertiban Perda Satpol PP, Hairil Efendi, SH.

Seorang warga bernama Rusdah  mengatakan, mereka merasa didustai, si pemilik bangunan mengatakan akan membangun rumah sewaan ternyata membangun rumah sarang burung walet

Sebenarnya hal itu sudah disampaikan warga melalui Ketua RT pada bulan pebruari 2018, yang menindaklanjuti keluhan warga ke Kantor Camat, Satpol PP, dan Dinas Perijinan.
Warga yang menghadiri pertemuan ini menolak keberadaan bangunan tersebut.
Pihak Dinas Perijinan mengatakan, kalau mau membangun harusnya ada minta ijin dulu ke para tetangga kanan kiri dan Ketua R. Dan menurut Perda untuk mendirikan bangunan sarang burung walet minimal 50 meter dari jarak pemukiman penduduk.
 
Kabid Perda Satpol PP mengatakan, karena pemilik bangunan ini tidak punya ijin maka telah melakukan pelanggaran Perda ini tentu bagian dari tugas Satpol PP. Ada 2 hal cara menyikapinya; melakukan persuasif pendekatan kekeluargaan supaya masalah ini selesai, dan memberikan cara edukasi atau pendidikan. Ini masih tahapan proses kalau kedua pihak tak menemukan kesepakatan akan disampaikan ke pimpinan, dan tahapan selanjutnya akan minta konfirmasi ke pemilik bangunan.

Pertemuan ini akan dilanjutkan ke depannya dengan mempertemukan kedua pihak, dan tetap dimediasi oleh Kepala Desa dan Kantor Kecamatan Pulau Laut Utara. (Anto)

Posting Komentar

0 Komentar